Header Ads

Bicara Logo dalam Politik


Barack Obama memang menjadi inspirasi dunia, bukan hanya public speaking dan fikirannya, tetapi dia adalah satu - satunya calon presiden Amerika Serikat (mungkin juga di dunia) yang sense dengan desain. Saat maju sebagai calon Presiden AS ditahun 2008, Obama memesan sendiri logo Obama08 yang akhirnya menjadi logo resmi dan dipakai dalam kampanye politiknya.

Obama memesan logo Obama08 di studio iklan terkemuka di Chicago, Amerika Serikat bernama MODE (motion design). Uniknya logo itu sudah ia pesan sejak 2006 padahal pemilu baru dilakukan tahun 2008. Sol Sender, sang desain logo itu memberikan sembilan contoh logo untuk kemudian Obama diminta memilihnya sendiri.

Dan akhirnya Obama memilih logo berupa gambar lingkaran glosy biru pada bagian atas dan lingkaran terpotong tak beraturan warna merah dan putih dibagian bawahnya. Pada bagian  bawah gambar  terdapat tulisan Obama'08 dengan jenis typografi dengan warna biru tua pada tulisan Obama dan biru muda pada angka 08. Logo Obama08 itu kemudian dimodifikasi pada bagian taglinenya ketika memasuki kampanye, dengan menambahkan tagline Yes, We Can Change!

Belakangan diketahui bahwa logo dan tagline Obama memberikan andil besar dalam kemenangannya. Ini diakui sendiri oleh konsultan politik Obama usai diumumkannya kemenangan Obama. Entah terinspirasi darimana Obama terkait logo tersebut, namun ada yang mengaitkan logo Obama08 terinspirasi dan mirip warnanya dengan sejumlah perusahaan, salah satunya adalah logo Pepsi.

Ada catatan penting dari apa yang dilakukan Obama terkait cara dia melakukan personal branding, cara dia melakukan komunikasi visual melalui logo dan tagline. Dalam teori marketing communicaton advertising, logo adalah ruh atau "nyawa" produk dalam konteks ini adalah sang calon, artinya nyawa sang calon ada di dalam logo dan tagline itu. Itulah mengapa sang pembuat logo menyodorkan sembilan logo hasil desainnya untuk kemudian Obama diminta memilih supaya Obama nyaman dengan logo tersebut.

Anda bayangkan kalau ada calon tetapi dia sendiri tidak nyaman dengan logo yang menjadi alat komunikasinya, wah bisa panjang urusannya. Karena apa? Karena logo dan tagline itu adalah "nyawanya" mereka yang akan menjadi alat komunikasi visual kepada publik.

Pelajaran berikutnya dari Obama adalah tagline "Yes, We Can Change!". Seperti yang pernah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya bahwa tagline itu representasi dari sang calon. Dan akan lebih banyak didominasi dengan kata emosional bukan rasional.

"Yes, We Can Change", tagline ini jelas menggunakan emotional approach bukan rasional approach. Mengapa tagline harus emosional karena dia akan bicara kepada publik, dia akan lebih berisi pada apsek menggerakan bukan menyampaikan visi misi seperti sedang debat kandidat, meksipun tagline itu juga menjadi representasi dari apa yang mau dilakukan sang calon.

Tagline itu bukan visi misi yang dijabarkan secara rasional seprti dalam debat kandidat, tapi sebaliknya visi misi yang dijabarkan dengan kata dan kalimat emosional. Tagline adalah cara seseorang berkomunikasi dengan publik melalui kata yang pada umumnya diselipkan pada logo.

Anda bisa bayangkan sendiri, Obama yang menjadi calon disebuah negara maju dengan dominasi pemilih rasional saja menggunakan tagline dan logo yang emosional, apalagi di Indonesia yang sama - sama kita ketahui bersama didominasi pemilih emosional. Itulah mengapa Obama menggunakan logo tagline emosional ketimbang rasional dan memesan secara terpisah logo Obama08 kepada orang yang ahli dalam membuat logo, jadi logo Obama08 dipesan terpisah dari konsultan politiknya saat kampanye.



Sebagian orang mengira bahwa logo itu tampaknya mudah, simple kalau dimaknai hanya sebagai gambar atau simbol. Tapi dalam proses pembuatannya disana ada teori typografi atau jenis hurus mulai dari sanserif, egyptan dan script, semua itu memiliki makna dan karakternya masing -masing. Di dalam logo juga ada bentuk, mulai dari lingkaran, garis lurus, tak beraturan dan garis putus - putus, belum lagi bicara psikologi warna dan tekakhir bicara semiotika komunikasnya.

Buat orang yang pernah studi Ilmu Marketing Communication Advertising (MarComm), Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Desain Grafis pasti  familiar dengan teori di atas. Itulah makanya ketiga orang ini dalam perusahaan periklanan pasti ada didalamnya karena kerja mereka akan saling terkait.

Jadi, saya ingin menuliskan bahwa logo dan tagline  itu akan banyak memengaruhi meski hanya sebuah gambar dan kata. Karena di dalam logo itu ada "nyawa" sang calon, ada ruh, ada value dan pesan yang mau disampaikan sang calon kepada publik. Dan tagline itu janganlah kata atau kalimat yang rasional, tapi emosional.

No comments

Powered by Blogger.