Header Ads

#MengulikTaglineAzizahRuhama "Harapan Baru, Tangsel Maju"

Doc/Foto:RelawanAzizahRuhama

Seperti saya sampaikan pada catatan sebelumnya bahwa tagline itu etalase sebuah brand, dalam konteks pilkada berarti etalase sang calon, dimana publik bisa membaca isi dalam dari tagline.

Itulah makanya proses membuat tagline itu tak sekadar menyematkan serpihan kata menjadi kalimat, tapi ada filosofi yang mendasari dari tagline tersebut.

Nah, kalau sebelumnya saya mengintip tagline pasangan Muhammad-Saraswati, kali ini saya mengulik tagline AzizahRuhama "Harapan Baru, Tangsel Maju".

Seperti pada catatan sebelumnya juga bahwa produk khusus calon penantang incumbent adalah harapan, sedangkan spesialist product incumbent adalah bukti dan publik tinggal mengkonfirmasinya dengan realita.

Saya justru tergelitik dengan kata kedua yaitu TangselMaju. Saya tidak tahu visualisasi maju seperti apa, tapi kalau saya intrepretasikan atau asumsikan garis besarnya yang saya tangkap higlightnya adalah pasangan ini akan membawa Kota Tangsel lebih maju dari yang sekarang. Kira kira itu headline massagenya.

Kata Maju ini adalah kata yang rasional, artinya pemilih emosional saya perkirakan kurang terikat dengan kata ini.

Padahal dalam konteks konten komunikasi pada pilkada lima tahun lalu kemenangan Airin dalam konteks komunikasi pemasaran lebih menonjolkan sisi emosional, makanya dulu Airin memakai tagline Tangsel Adalah RumahKita, kata ini lebih emosional ketimbang misalkan kata lainnya.

Dan sekarangpun Gen Kedua keluaraga Airin masih menggunakan tagline emosional ini, hanya ada modifikasi sedikit saja. Padahal bisa saja Pilar memakai kata Lanjutkan pembangunan atau kata rasional lainnya. Pilar dan Davnie justru mempertahankan tagline emosional Tangsel adalah RumahKita hanya menambahkan satu kata dari "TangselRumahKita" menjadi "TangselRumahdanKotaKita".

Sama seperti pasangan MuhammadSaraswati dengan taglinenya TangseluntukSemua, ini juga kata yang emosional.

Kenapa misalkan AzizahRuhama menggunakan tagline HarapanBaru, TangselLebihBaik. HarapanBaru menjadi identitas Azizah,.sedangkan LebihBaik menjadi.identitas PKS dalam hal ini Ruhama.

Selain menjadi identitas.keduanya, kata LebihBaik juga lebih emosional ketimbang kata Maju yang kuat dengan pesan rasionalnya, bukankah pemilih Tangsel masih didominasi pemilih emosional?.

Itu hanya contoh saja, bisa juga mencari kata lain yang lebih emosional.Untuk bisa merasakan perbedaan kata maju dengan lebih baik coba Anda rasakan ketika menyebutkan dua kata itu.

Kalau tidak percaya coba Anda rasakan sendiri, lebih emosional mana antara kata maju dengan lebih baik.

Kata TangselMaju selain kuat dengan pesan rasional, kata ini juga lebih kuat bicara seolah olah Tangsel sekarang belum maju.

Buat bahan perdebatan mungkin asyik, tapi buat konten komunikasi pemasaran dimana tujuannya untuk membangun emosi pemilih yang notebene didominasi pemilih emosional maka menurut saya kurang pas, bukan tidak baik ya.

Alasan kedua saya adalah basis data dimana selama ini Indeks Prestasi Manusia (IPM) Kota Tangsel hingga 2018 angkanya naik (silahkan cek data BPS).

Kita ketahui bersama bahwa IPM ini menjadi indikatot berhasil atau tidak seorang kepala daerah, karena IPM sendiri mengacu pada tiga indikator yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Artinya, kalau menggunakan kata maju peluru AzizahRuhama kurang menukik dalam perdebatannya nanti. Okelah, itu sih kepentinganya buat event rasionalitas, yang ingin sya bicarakan disini tentang konten marketing communicationnya.

Sebagai orang MarComm saya ingin menyampaikan bahwa konten komunikasi emosional dalam politik sebenanrya mengadopsi marcomm yang dilakukan produk komersial.

Coba anda perhatikan konten komunikasi brand ternama,.mereka lebih kuat dengan konten emosional. Saya ambil contoh, iklan teh Sari Wangi, mereka menggunakam adegan emosional sepasang suami istri, dimana suami pura - pura tidak mendengar saat istrinya minta tolong membetulkan genting,.tapi saat datang membawa secangkir teh sang suami tanpa dipinta menawarkan diri kepada istri untuk membetulkan genting.

Dari sinilah kemudian muncul hastag dari mereka yaitu #MariBercerita. Bahkan konten iklan produk teknologi sekalipun mereka menggunakan konten emosional ketimbang rasional seperti konten teknologinya, semisal.kecanggihanya.

Pendapat dan analisa saya tentang tagline AzizahRuhama bisa jadi salah, tapi analisa ini saya sandarkan pada beberapa hal, pertama teori marketing communication advertising yang.pernah saya pelajari, pengalaman lapangan dan memerhatikan trend komunikasi pemasaran saat ini.

#CatatanKarnoto
Baca catatan lainnya di
www.bantenperspektif.com

No comments

Powered by Blogger.