Header Ads

Identitas Personal dan Persepsi Publik



Kalau Anda pernah mengunyah teori komunikasi pasti ketemu dengan teori konsep diri dan persepsi. Dua teori ini menjadi lighting dalam praktik personal branding. Itulah mengapa sebelum melakukan aktivasi personal branding hal pertama yang penting dilakukan adalah explorer personality.

Seringkali tahapan ini dilewati padahal step ini langkah awal dan dasar sebagai guide dalam melakukan aktivasi personal branding. Seringkali terjadi seseorang dipaksa untuk menjadi orang lain, misal ketika seseorang kuat dengan gaya stylishnya, hamble lalu dipaksa menjadi sosok orang lain.

Akhirnya dia tampil bukan sebagai dirinya, namun sebagai orang lain. Dampaknya adalah auranya tidak keluar, tidak memiliki magnet sebagai "penggoda" mata publik. Dan paling bahaya sebenarnya adalah membuat jarak seseorang itu semakin lebar.
Pemaksaan sering terjadi karena tidak mengerti apa makna identitas atau konsep diri dengan persepsi itu sendiri.

Identitas diri itu menjadi hal penting karena ini menyangkut personality seseorang. Identitas diri sesuatu yang tampak dan abstrak atau intigable power (kekuatan tersembunyj). Yang tampak, seperti pakaian, wajah dan gaya. Intingable power yaitu gagasan, pemikiran

Lalu coba lihat dengan persepsi masyarakat terhadap dirinya, apakah ada resistensi atau masyarakat menikmati. Kalau resisten maka harius dilakukan teraphy khusus dengan tidak meninggalkan identitas personalitynya yang melekat.

Disinilah sebenarnya ting tang harus menguasai konsep dasar brand, teori komunikasi pemasaran periklanan Di otak mereklah nasib para calon ditentukan. Persepsi publik dipengaruhi oleh input data data informasi yang masuk ke publik. Disinilah kemudian citra diri bermain sebagai instrumen penginput data dan informasi ke publik untuk kemudian publik mengolahnya sebagai proses sebelum keluar persepsi. ***

No comments

Powered by Blogger.