Ide Segar Sanuji tentang City Branding Kota Cilegon



Sejatinya seorang kepala daerah harus memiliki visualisasi akan seperti apa daerah yang ia pimpin nantinya. Inilah yang dikenal dengan sebutan city branding.
~ Karnoto ~


Tanpa city branding maka sulit sebuah daerah akan mengalami kemajuan yang berarti meskipun daerah tersebut memiliki potensi dan sumber daya yang memadai. City branding adalah sebuah guide bagi kepala daerah untuk memutuskan ke arah mana pembangunan akan dilakukan. City branding membuat pembangunan sebuah daerah menjadi jelas, terarah dan terukur serta memiliki benefit bagi masyarakat secara radikal.

City branding sebuah daerah biasanya terwakilan pada tagline daerah tersebut, misal Jogjakarta Istimewa, Solo Spirit of Java, Banyuwangi Sunrise of Java, Pekalongan Words City of Batik dan masih banyak daerah lainnya.

Umumnya daerah yang memiliki city branding kuat maka akan diringi dengan kemajuan daerahnya dengan brand yang mereka miliki. Beberapa pekan lalu saya tertarik dengan ungkapan calon Wakil Wali Kota Cilegon Sanuji Pentamarta dengan menyebutkan Kota Cilegon "Kota Industri, Kota Santri".

Menurut saya tagline ini sangat kuat dengan culture yang ada di Kota Cilegon. Kota Cilegon memang kota industri dan memang kota santri. Ada sejarah kuat tentang partisipasi kalangan santri (ulama) di Cilegon.

Kota Cilegon punya sejarah kuat tentang keterlibatan ulama atau kalangan santri dalam pembangunan, salah satunya adalah Ki Wasyid dengan peristiwa Geger Cilegonnya.Artinya, akar budaya Kota Cilegon tidak bisa lepas dari peran kalangan santri.

Selama ini persepsi sebagian besar orang adalah tidak mungkin bisa berjalan beriringan antara culture santri dengan kemajuan industri? Disinilah mengapa saya sebut ide segar Sanuji untuk Kota Cilegon. Tagline Kota Cilegon "Kota Industri, Kota Santri" seperti menjawab pesimisme soal persepsi di atas.


Sanuji ingin mengatakan bahwa bisa kok value atau nilai - nilai santri direkatkan dengan kemajuan industri. Dan dalam teori branding, branding yang kuat bagi daerah adalah ketika branding daerah tersebut mengakar dengan culture yang selama ini dimiliki daerah itu.

Dengan kata lain bahwa tagline atau city branding Kota Cilegon "Kota Industri, Kota Santri" sangatlah tepat dan menjadi ide segar untuk kemajuan Kota Cilegon. Bicara industri itu luas !

Bukan sekadar industri besar seperti pabrik, tetapi ada industri kreatif, industri pariwisata, home industri, industri pertanian, industri perikanan dan industri - industri lainnya. Jadi, mendekatkan santri dengan industri itu adalah terobosan yang luar biasa.

Dan menurut saya ini adalah segar yang kalau bisa direalisasikan akan menjadi perubahan berarti bagi kemajuan Kota Cilegon, artinya masyarakat Kota Cilegon tetap bisa mempertahankan culturenya tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi dengan perubahan zaman.

Penulis,
Karnoto

No comments:

Post a comment

Pages