PerspektifTV

Adsense

Infortainment Politik



Sebagus apapun partai politik, sehebat apapun seorang politisi kalau tidak mengcreate infortainment maka daya lejitnya kurang mengental. Apalagi di Indonesia yang notebene banyak didominasi pemilih emosional bukan rasional, jelas infortainment dibutuhkan sebagai salah satu tools komunikasi pemasaran politik.
Hanya saja perbedaanya ada pada konten infortainmentnya. Ada yang benar - benar full rekayasa, ada yang setengah rekayasa dan ada yang fakta tetapi kemudian dicreate sebagai bahan konten infortainment sehingga mata kamera publik tertuju dan menjadi buah bibir.
Jangankan di Indonesia, di negara maju seperti Amerika Serikat pun para politisi melakukan infortainment. Dulu ketika Barack Obama maju sebagai calon Presiden Amerika Serikat pun melakukan itu dengan konten beragam, mulai dari aksi penggalangan dana para relawan, keluarga Obama sampai pada konten perdebatan antar Capres AS pun diinfortainmentkan.
Sama halnya ketika Jokowi maju baik pada periode pertama maupun kedua, kental sekali dengan infortainment. Mulai dari aksi blusukan, kemeja kotak - kotak bahkan sampai sekarang pun masih melakukan infortainment politik.
Tidak cuma Jokowi, politisi dan partai politik lain pun sama hanya saja yang membedakan adalah kontennya dan manajemen infortainmentnya. Dalam konteks bumbu marketing memang hal itu tidak bisa dihindari.
Sama halnya ketika masak tanpa garam, rasanya kaku dan dilihat kurang menghibur dalam artian terlalu tegak lurus. Lalu bagaimana dengan kasus kudeta Partai Demokrat yang sekaran terjadi? Menurut saya itu juga bagian dari infortainment.
Apakah kudet itu benar adanya atau tidak, sudah masuk dan menjadi konten infortainment. Dan ini pernah terjadi juga pada partai lain. Saya percaya Partai Demokrat akan mengakhiri kemelut ini dengan cemerlang dan justru momentum seperti ini positif juga untuk Partai Demokrat sebagai bagian dari manajemen konflik untuk membangun soliditas kader Demokrat kepada AHY.
Paling tidak AHY sudah bisa mengukur kekuatan internal Demokrat secara menyeluruh dan ini entry point bagi AHY untuk investasi sosial pada Pemilu 2024.
Syaratnya ya itu tadi, kalau rencana kudeta ini benar adanya dan AHY berhasil happy ending maka kemampuan leadership AHY teruji. Artinya, cibiran bahwa AHY belum cukup umur dalam politik terbantahkan dengan adanya peristiwa ini.
Sebaliknya, jika AHY gagal dan jabatan ketua umumnya lepas maka ini menjadi semacam konfirmasi cibiran sebagian orang terhadap sosok SBY.
Menariknya pada kasus ini adalah sikap SBY yang seperti sengaja diam karena sempai sekarang belum mengeluarkan statementnya. SBY seperti sedang menguji kemampuan AHY mengelola partai politik mengingat dia sudah sepuh dan tidak akan selamanya duduk di samping AHY.
Artinya SBY ingin melatih kemandirian dan leadership AHY dalam mengelola partai politik. Saya lebih percaya ini mengapa SBY sampai sekarang hanya mengamati. Dan ini apa yang dilakukan SBY menurut saya tepat, karena kemampuan mengelola konflik dalam partai politik tidak bisa diturunkan kecuali yang bersangkutan belajar dari keadaan dan dinamika yang dihadapi.
Disamping itu juga SBY sepertinya ingin memindahkan citra Demokrat yang semula identik dengan nama SBY menjadi Demokrat adalah AHY.
SBY pasti sudah punya analisis pada Pemilu 2024 dan gejalanya Partai Demokrat menggeliat kalau melihat hasil survei. Artinya ketika posisi Demokrat naik maka otomatis tantangan yang akan dihadapi AHY juga akan semakin dinamis dan mesti ia harus dilatih.
Sebab selama ini AHY belum pernah dihadapkan pada konflik yang njlimet diinternal partai sedangkan SBY sudah mengalaminya. Jadi SBY tahu betul urusan kemampuan ini tidak bisa hanya teoritis tetapi harus dipraktikan.
Dan momentum sekarang adalah yang tepat bagi AHY untuk menunjukan kepada publik soal kemampuan melakukan manajamen konflik. Mungkin teori ini AHY jago dalam dunia militer, tetapi dalam mengelola partai politik AHY memang harus diuji.
Saya percaya AHY akan melaluinya dengan sempurna karena ia memiliki mentor dari praktisi yang tak lain adalah ayahnya yaitu SBY. Dia sudah terjuji untuk urusan ini dan faktanya SBY berhasil melaluinya dengan happy ending. ***

Penulis,
Karnoto I Founder BantenPerspektif

Posting Komentar

0 Komentar