Strategi Marketing Jitu dari Nabi Muhammad

Strategi marketing yang sekarang dipakai para marketer dunia dan dipercaya sebagai satu -satunya strategi marketing paling jitu dan tidak akan pernah usang dimakan zaman ternyata sudah dilakukan Nabi Muhammad Saw beberapa abad silam.

Strategi marketing itu sekarang dikenal dalam marketing modern dengan istilah Word of Mouth atau bahasa kitanya dari mulut ke mulut. Strategi ini diakui oleh para marketer merupakan strategi paling ampuh dan mengena ke target pasar.

Saya mengenal teori ini ketika membaca buku The Power of Word of Mouth Marketing yang diterbitkan Gramedia sekira dua tahun lalu. Lalu saya saya mendadak teringat dengan strategi dakwah Nabi Muhammad yang menggunakan strategi serupa.

Seperti kita ketahui bersama dalam kisah dakwah Nabi Muhammad Saw adalah menggunakan strategi Word of Mouth atau dalam istilah dakwah sering disebut dakwah fardiah atau dakwah personal.

Strategi inilah yang kemudian menghasilkan pengikut loyal dan turut serta memasarkan Islam hingga akhirnya meluas sampai sekarang. Pengikut loyalis inilah yang dikenal dengan sebutan Assabiqunal Awwalun. Mereka adalah Khadijah, Ali bin Abu Thalib, Abu Bakar Shidiq dan Zaid bin Haritsah.

Merekalah yang menjadi brand ambasador pertama dalam memasarkan Islam sehingga meluas ke seantero dunia. Coba Anda bayangkan andaikan Anda memiliki produk lalu memiliki customer loyal dan sekaligus mereka menjadi brand ambasador pasti jauh lebih kuat ketimbang lainnya, karena mereka merekomendasikan produk berdasarkan pengalaman mereka sendiri dan telah membuktikannya.

Dan kini strategi Word of Mouth diakui marketer dunia menjadi strategi paling efektif karena tingkat kepercayaannya jauh lebih tinggi ketimbang strategi marketing yang lain.
Jadi, rupanya strategi Word of Mouth didunia modern sudah pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw ketika menyebarkan Islam.

Dan terbukti efektif karena menggunakan testimoni dan rekomendasi dari orang ke orang sehingga trushnya lebih kuat. Strategi ini kemudian di dalam dunia marketing modern dikenal dengan istilah Word of Mouth. Dan dipakai oleh brand brand ternama dengan mengkombinasikan sarana teknologi sesuai dengan perkembangan zaman.

Salah satu brand ternama yang memakai strategi Word of Mouth adalah GoJek. Sejak awal perusahaan transportasi ini memakai strategi ini. Dan konten yang paling terkenal dilakukan GoJek adalah Kampanye GoDate pada April 2016 lalu.
Dengan Go-Date, Anda dapat memiliki pasangan sementara yang memenuhi kriteria Anda, untuk menghindari situasi-situasi yang canggung. Misalkan, Anda dipanggil untuk berkumpul bersama teman-teman Anda. Dan, mantan Anda juga ikut dengan membawa pasangan baru. Tim developer kami bekerja keras untuk membuat layanan terbaik Go-Date,” demikian cuplikan pernyataan Nadiem Makarim, CEO Go-Jek, dan Piotr Jakubowski, CMO Gojek, pada video kampanye Go-Date yang tayang pada April 2016 lalu. Kampanye Layanan Go-Date ini menarik perhatian para netizen di Tanah Air. Tak kurang dari 36.320 orang telah menonton video ini lewat channel YouTube dan mendulang viral di dunia maya. Tapi tunggu dulu... jangan bersemangat mencoba karena fitur ini ternyata cuma hoax, dibuat Go-Jek dalam rangka menciptakan Word of Mouth (WOM). Menurut Piotr, fitur layanan yang menjadi buah bibir itu sengaja diciptakan untuk menyambut April Mop dan ternyata berhasil memancing viral. “Kampanye tersebut menciptakan viral di Facebook, dengan tingkat share mencapai lebih dari 15.000,” ceritanya. [https://mix.co.id/]
Mengapa strategi Word of Mouth diyakini oleh pakar marketing lebih efektif , karena strategi ini lebih emosional dan mampu mengikat lebih lama sehingga menjadi loyalis. Selain itu tingkat kepercayaan jauh lebih tinggi ketimbang strategi yang lain, Inilah yang dipakai brand brand ternama dan produk lama.
Mereka memiliki customer loyal secara turun temurun sehingga meski jarang iklan tapi tetap kokoh. Kotler & Keller (2007) menyebutkan bahwa Word of Mouth Communication (WOM) atau komunikasi dari mulut ke mulut adalah proses komunikasi inter personal unuk memberikan informasi atau rekomendasi mengenai suatu produk atau jasa.

Penulis,
Karnoto
*Founder MahartiBrand
*Mantan Jurnalis Jawa Pos Group (RadarBanten)
*Mantan Jurnalis Majalah Warta Ekonomi Jakarta
*Pernah Studi Ilmu Marketing Communication Advertising di Univ.Mercu Buana, Jakarta
*Penulis Buku Speak Brand

Pages