PerspektifTV

Adsense

Politik, Citra dan Media


Saya tidak akan membahas pengertian citra menurut para ahli dan literatur karena Anda bisa Googling soal itu. Saya ingin to the point' bagaimana citra itu bekerja untuk sebuah partai politik dengan sejumlah kasus -kasus yang saya amati.

Adakah partai politik atau politisi yang tidak membangun citra? Atau paling tidak berupaya membangun citra? Rasanya tidak ada dan memang tidak ada karena semua partai politik pasti melakukan atau berupaya membangun citra.

Yang membedakan adalah strategi dan konsep pencitraannya. Ada yang ala kadarnya karena minimnya pengetahuan serta sumber daya manusia yang dimiliki, ada juga yang dikelola secara profesional.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah perlu melakukan pencitraan atau tidak, melainkan bagaimana citra bekerja untuk politik.

Semua partai politik dan politisi pasti melakukan pencitraan bahkan menurut saya memang harus. Sebagian orang skeptis dan memberikan stigma negatif tentang pencitraan.

Hal ini karena faktor banyak parpol dan politisi yang melakukan pencitraan dengan menjual kebohongan, padahal sejatinya citra adalah aktivasi untuk membangun persepsi dan pandangan positif berdasarkan kenyataan bukan kebohongan.

Logo partai, warna khas partai, atribut partai, gaya personality politisi, tampilnya politisi di media, kampanye itu adalah bagian dari proses pencitraan.

Memang pencitraan akan lebih efektif ketika disandingkan dengan media. Media disini bermakna luas, bisa media massa, komunikasi visual seperti video, advertising seperti banner, leaflet, spanduk, baliho dan lainnya.

Itulah mengapa dalam teorinya kita mengenal konsep media planning, dimana kita mengatur ritme dan menganalisa tentang media yang cocok untuk dijadikan sarana pencitraan.

Ada konten pencitraan yang cocok menggunakan media sosial, ada pula yang cocok menggunakan media advertising dan media massa. Disinilah peran seorang Public Relation bekerja dan kita bisa melihat kekuatan SDM sebuah parpol atau infrastruktur yang dimiliki seorang politisi.

Biasanya parpol atau politisi yang tidak cukup memiliki SDM atau SDMnya dianggap kurang memadai maka akan menggunakan jasa atau konsultan citra.





Posting Komentar

0 Komentar