PerspektifTV

Adsense

Marketing Politik, Marketing Menggelitik


Politik selalu menarik untuk dibicarakan. Betapa pun pelik dan kisruhnya kehidupan politik. Ranah politik menyentuh hampir setiap sendi kehidupan kolektif dan individual
- Firmanzah -

Calon Presiden Indonesia yang kali pertama kental dengan praktik konsep marketing menurut saya adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bagaimana dia mengatur panggung kampanye dalam ruangan, bagaimana membuat tagline, bagaimana meracik konten campaign, bagaimana style SBY, bagaimana meramu iklan kampanye sangat kental dengan nuansa teori marketing yang selama ini hanya diaplikasikan dalam dunia bisnis.

Apa yang dilakukan SBY ketika itu sebenarnya tidak bisa lepas dari pemilihan calon Presiden Amerika Serikat, dimana Barack Obama ketika itu maju sebagai Capres Amerika Serikat dan dia merupakan satu - satunya presiden AS yang sense dengan konsep marketing atau branding.

Pasca SBY lengser konsep marketing semakin familiar di Indonesia. Bahkan lebih spesifik dengan teori personal branding. Ibarat produk komersial, personality seseorang digambarkan seperti produk yang harus dipasarkan dan menjangkau customer dalam konteks politik calon pemilih.

Sayangnya semakin kesini konsep ini mengalami degradasi oleh para pelaku politik, dimana mereka menyamakan personal branding yang merupakan bagian dari marketing seperti rekayasa kepribadian. Padahal sejatinya bukan itu yang diinginkan para ilmuwan terkait konsep ini.

Branding adalah upaya memperkuat keunikan yang dimiliki seseorang bukan merekayasa kepribadian seseorang. Inilah yang menggelitik, membuat tertawa dan terkesan lucu bahkan terkadang menjengkelkan.

Kalau melihat teorinya marketing sendiri adalah proses mengelola hubungan dengan pelanggan yang menguntungkan. Itulah definisi menurut ahli marketing dunia dari Amerika Serikat, Philip Kotler. Disana ada beberapa kata yang menjadi benang merahnya, yaitu proses, mengelola hubungan dan menguntungkan.

Olah karena marketing adalah sebuah proses maka memang selayaknya dikelola secara sistematis, terstruktur dan masif. Tanpa ketiga hal itu maka marketing tidak akan mampu bekerja dengan baik sesuai dengan keinginan.

Kedua mengelola hubungan, artinya marketing itu berbeda dengan sales. Kalau sales hanya difungsikan sebagai penjual sedangkan marketing dia bicara konsep. Dalam konteks politik mengelola hubungan bisa diartikan merawat konstituen, berkomunikasi dengan calon pemilih.

Dan terakhir adalah menguntungkan, artinya proses marketing haruslah menguntungkan terutama dari sisi pihak pemilik brand. Dalam konteks politik bisa diartikan marketing politik harus menguntungkan personality atau partai politik tertentu.

Disinilah sering terjebak yang pada akhirnya mereduksi makna dan kesucian konsep ini dengan tingkahlaku yang lebih cenderung mengarah pembohongan publik, karena lebih didominasi oleh rekayasa kepribadian bukan mengoptimalkan keunikan yang dimiliki.

Itulah yang membuat marketing politik menggelitik karena ternyata praktik seperti itu justru yang paling laku. Hal ini berbeda dengan praktik marketing dalam dunia bisnis, dimana kalau komunikasi atau aktivasi marketingnya tidak sesuai dengan fakta yang dimiliki maka akan berujung fatal terhadap brand dan penjualan produk tersebut.

Uniknya dalam politik tidak demikian yang terjadi karena faktanya mereka para politisi yang mampu membuat drama, sinetron dan memiliki infortainment justru yang mendapat simpati dari publik.

Mungkin salah satu faktonya karena tingkat kesejatheraan dan pendidikan di Indonesia belum memadai untuk menerima konsep marketing politik sehingga hanya didominasi oleh emosi, bukan rasionalitas dan menguji kebenaran apa yang dilakukan mereka.

Kelemahan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh mereka yang hanya menginginkan kemenangan dan mengabaikan edukasi politik bagi masyarakat. Dan ini berbahaya bagi visi Indonesia kedepan terutama terkait regeenarasi kepimpinan bagi mereka yang benar - benar memiliki kemampuan tetapi tidak memiliki sumber daya untuk membuat infortainment. Benar - benar menggelitik kita semua. ***

Posting Komentar

0 Komentar