PerspektifTV

Adsense

Merek itu Muahal, Belajar dari Kasus Unilever VS Orang Tua


Siapa bilang nama itu tidak penting, penting banget kok! Saking pentingnya sebuah nama merek sampai perusahaan rela beradu konflik ke pengadilan.

Penulis,
Karnoto  | Founder MahartiBrand

Baru - baru ini perseteruan perusahaan raksasa kembali terjadi hanya gara - gara sebuah nama. PT Unilever, perusahaan yang sudah 87 tahun di Indonesia digugat dengan kewajiban harus membayar 30 miliar kepada penggugat yaitu Hardwood atau di Indonesia dikenal dengan PT Orang Tua. Perusahaan ini merupakan berpusat di Singapura.

Tahukah Anda duit Rp 30 miliar itu gara - gara apa? Gara - garanya adalah ada kesamaan nama pada produk yang dikeluarkan Unilever dengan produk milik perusahaan Singapura tersebut. Produk pasta gigi dengan merek Pepsodent Strong.

Nah, perusahaan Singapura menilai itu pelanggaran hak cipta karena kata "Strong" terlebih dahulu dipakai olehnya dengan merek Formula Strong. Jadi perusahaan raksasa ini meributkan soal kata "Strong".

Pihak Orang Tua lalu memproses hukum melalui Pengandilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan memang. Unilever akhirnya dijatuhi hukuman kewajiban membayar Rp 30 miliar. Namun pihak Unilever keberatan dan akan mengajukan kasasi seperti dilansir detik.com.


Saya tidak ingin membahas hukumnya, tetapi ingin masuk dalam konteks brand atau merek sebuah produk. Kasus yang saya ceritakan di atas bukan kali pertama sebelumnya ada kasus serupa yang terjadi pada merek Larutan Penyegar Cap Kaki Tiga.

Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa merek itu mahal. Kalau tidak mahal untuk apa perusahaan sekelas Orang Tua meributkan soal merek. Belajar dari kasus ini maka sejatinya kita harus mulai sadar bahwa merek itu memang mahal.

Mahal dalam artian luas tentuanya, mulai dari proses penciptaan merek, merawat hingga mempertahankan positioning merek itu sendiri. Apa susahnya bagi perusahaan raksasa asal Singapura mengganti nama, sangat bisa bukan?

Apa susahnya Unilever mencari nama lain yang tidak memiliki kesamaan dengan merek yang sudah ada, sangat mudah kan? Mereka memiliki infrastruktur yang kuat dengan sumber daya manusia yang memadai. Namun faktanya toh mereka meributkan soal merek hingga ke pengadilan.

Jadi buat Anda sekarang rawatlah merek Anda, apapun produk yang Anda miliki karena itu adalah bagian hak cipta Anda yang boleh jadi tidak sesederhana orang lain membayangkan. Asal tahu saja ada sebagian brand ternama yang menemukan nama untuk produk mereka dengan susah payah harus melalui berbagai macam proses.

Bahkan ada yang bertahun - tahun melakukan riset hanya sekadar untuk memutuskan nama sebuah produk. Sangat mahal nama merek itu dan kita tidak bisa lagi mengatakan "Apalah arti sebuah nama" karena faktanya memang mahal. ***


Posting Komentar

0 Komentar