PerspektifTV

Adsense

Belajar Curi Start dari Wardah

SumberFoto/Republika

Dalam sebuah acara luanching buku Middle Class Muslim di Kampus PPM Jakarta beberapa tahun silam, seorang leader Sari Ayu Martha Tilaar secara terbuka mengakui kewalahan menghadapi Wardah, brand kosmetik yang sekarang menjadi leader di tanah air. Martha Tilaar seperti berada di persimpangan jalan karena tidak antisipasi perubahan sosial pada klaster kelas menengah Muslim di Indonesia.

Martha Tilaar mengalami kebingungan karena ternyata pasar Muslim begitu luar biasa sehingga semua produk membidik klaster ini. Sayangnya untuk sektor produk komersial keburu diambil alih oleh Wardah yang kini menjadi leader untuk produk kecantikan di Indonesia. 

Martha Tilaar seperti berada di posisi serba salah, apakah mau menggeser target pasar kelas menengah Muslim atau tetap mempertahankan brand yang selama ini yaitu pada pasar konvensional. Jika bertahan pada posisi seperti dulu maka jelas akan loyo mengejar Wardah, tetapi jika dialihkan maka butuh kekuatan besar untuk bisa bersaing dengan Wardah.

Sementara Wardah sendiri semakin kokoh bahkan tiga tahun terakhir ini mereka mulai merangsak ke pasar tengah. Ini terlihat jelas dari cara mereka melakukan komunikasi pemasaran melalui advertising yang menampilkan dua wanita yang satu berhijab dan satunya lagi tidak berhijab.

Jelas pergerakan Wardah akan menjadi ancaman serius Martha Tilaar. Dan sebenarnya Martha Tillar sudah mengeluarkan brand baru ketika itu yang memang membidik khusus pasar Muslim.

Namun sayang sudah terlanjur diborong oleh Wardah sehingga tidak kuat untuk melawan atau menggeser pasar Wardah yang semakin hari bertambah customer loyalisnya.

Kita tahu Wardah memang mencuri start bidik pasar Muslim. Dimasa - masa awal berdiri yaitu tahun 1995 nama Wardah tidak setenar sekarang. Bahkan cenderung diabaikan dan tidak dianggap oleh brand - brand kosmetik yang sudah leading termasuk Martha Tilaar.

Namun rupanya Wardah mengerti bahwa akan terjadi lompatan klaster kelas menenangah Muslim di Indonesia. Dan in terbukti sekarang ketika Wardah menjadi leader pada sektor produk kecantikan.

Saya tidak tahu apakah Nurhayati Subakat, sang Founder Wardah curi start pasar Muslim berdasarkan riset atau hanya mengandalkan idealisme dan insting sebagai seroang Muslimah.

Kini dibawah naungan PT Paragon Technology & Innovation Wardah semakin kokoh dan mampu mempertahankan posisinya sebagai leader untuk produk kecantikan di Indonesia. Kita mesti belajar dari Wardah bagaimana mereka mencuri start pasar potensial yang tidak dilirik oleh orang lain.

Posting Komentar

0 Komentar